Berita Jual Beli Online: Terkena Pajak 10 %

Tak terasa sudah lebih dari 40 tahun sejak e-commerce menjadi umum di masyarakat. Jual beli online yang dulu banyak dipertentangkan ketika baru diperkenalkan di negara ini. Begitu banyak berita dan perkembangan selama sekian tahun ini. Bahkan berita yang sepele pun bisa menjadi viral jika diberitakan dengan gencar dan intens. Seperti saat ini, berita jual beli online akan dikenakan pajak sebesar 10%  karena pemerintah baru sadar bahwa jual beli online menjadi aspek penting dari perekonomian negara. Bagaimana sikap masyarakat terhadap pernyataan tersebut? Di tengah masyarakat yang masih belum sepenuhnya sadar pajak, pemberlakuan pajak transaksi online akan terlihat sulit. Kenyataannya menunjukkan, banyak oknum pajak yang terbukti di pengadilan telah menyalahgunakan setoran WP (wajib pajak) melalui suap untuk kepentingan sendiri serta penyelewengan terhadap uang pajak yang dilakukan oleh aparat pajak itu sendiri. (Haryadi 2011 dalam Wahyuni 2012). Tujuan untuk menambah pendapatan negara tentunya merupakan tujuan yang baik dan perlu di dukung sepenuhnya oleh masyarakat. Maka perkembangan dalam hal ini masih terus bergulir dan perlu mendapat perhatian oleh kalangan masyarakat. Berikut adalah kutipan dari salah satu forum:

Ga masalah toh, asal urusannya dipermdah

  • amrimf

Biasa dapat lahan baru untuk koruptor

  • CIVILIAN

Onoooook ae tukang palak neh :kebo: (eh..salah tukang pajak :lol:), PPN 10% lah klo jualan barang harganya 50rb pajaknya 5rb, padahal si penjual cuman untuk 10rb dikurangi pajak 5b, keuntungan tinggal 5rb donk, capek hidup di Indonesia neh.

  • gadgetandroid

Nanti pas bikin hrga dwebsite bikin keterangan dluar pajak 10% aja gan

Baca Juga:Menggunakan Jasa Transaksi Pembayaran Jual Beli Online

  • CIVILIAN

Tentunya, komentar masyarakat tentang berita jual beli online tersebut tidak di rekayasa atau di manipulasi oleh kepentingan-kepentingan pihak tertentu.

Berita mengenai pemberlakuan pajak hanya sat dari sekian banyak berita yang menjadi viral karena berpengaruh kepada kepentingan banyak elemen masyarakat internet (netizen). Yang paling jelas terasa adalah harga yang diberikan oleh para pemberi layanan transaksi jual beli kepada para pembeli. Harapan para pembeli tentunya adalah dengan harga yang telah dikenakan pajak, yang tentunya lebih mahal, akan memberikan pelayanan yang sebanding dan bukan sebaliknya, seperti yang terlihat dari beberapa media online. Dalam perkembangannya, masyarakat perlu sering membaca berita, baik berita konvensional seperti koran atau televisi maupun berita online seperti portal-portal berita maupun media sosial yang lebih up to date dalam memberitakan apa yang terjadi di masyarakat. Berita jual beli seperti ini pun akan tetap menjadi perhatian khalayak umum yang peduli dengan perkembangan berita. Dengan kemudahan yang dimiliki oleh masyarakat saat ini, dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang ada, akses internet yang semakin mudah dan murah, tentunya tidak akan sulit untuk mengetahui hal-hal tersebut diatas.

Perjalanan dan perkembangan mengenai hal ini masih sangat panjang dan mudah-mudahan bisa menjadi lebih baik, untuk kepentingan bersama. Semoga saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *