Biaya Pengiriman Barang dalam Jual Online

Kalau sedang berbelanja biasanya biaya yang jadi bahan pertimbangan seseorang untuk membeli barang tersebut. Tapi dengan kemajuan teknologi masa kini, aplikasi-aplikasi penjualan barang melalui media online sudah marak di khalayak. Namun uang tetaplah uang, harus diutamakan oleh penjual untuk mendapatkan keuntungan, walau hanya sepeser rupiah. Salah satu caranya dengan mematok biaya pengiriman barang atau ongkos kirim atau ongkir. Bagaimana cara menentukan biaya pengiriman barang dalam jual online yang sekarang sedang menjadi “trend” di masyarakat? Berikut ulasannya.

  • Tidak Menampilkan Harga

Maksudnya adalah penjual tetap menampilkan harga barang pada aplikasi jual online tersebut namun tidak menampilkan harga ongkos kirimnya. Biasanya cocok untuk para penjual uang menjual barang-barang antik atau eksklusif sehingga membutuhkan keyakinan bahwa pembeli “niat” membeli barang yang ia jual. Karena kebanyakan pembeli yang menghubungi penjual hanya ingin bertanya saja tanpa hendak membeli. Jadi, ketika anda ingin menggunakan cara seperti ini, hendaklah anda siap dengan kondisi seperti ini.

  1. Membuat Ongkos Kirim Antarkota

Nah, kalau yang ini mungkin dapat dimaklumi karena beberapa barang akan pembeli beli di aplikasi jual beli online itu tidak semua berada di kota pembeli. Jadi, ongkos kirim antarkota wajib ditentukan. Dengan cara kedua ini, penjual mencantumkan harga ongkos kirim untuk memberi kepastian kepada pembeli mengenai harga kirim barang tersebut. Namun harus dipertimbangan lagi jarak dari kota pembeli dengan penjual. Jadi tidak ada kekeliruan dalam membayar ongkos kirim tersebut. Dan biasanya sudah ada aplikasi yang menghitung biaya dari antar lokasi dari perusahaan jasa pengiriman seperti TIKI atau JNE.

Baca Juga: 4 Bisnis Gratis di Internet Tanpa Modal Sama Sekali

  1. Membuat Ongkos kirim Antarprovinsi atau Antarpulau

Sama seperti cara kedua, cara ketiga pun mewajibkan penjual untuk mencantumkan harga ongkos kirim pada aplikasi jual beli yang ia gunakan agar pembeli percaya kepada penjual mengenai harga ongkos kirimnya tersebut.

Pada cara ketiga ini, penjual mendapat kemudahan untuk memberi harga pengiriman jika dibandingkan dengan cara kedua, karena tidak terlalu direpotkan dan mudah dalam bertransaksi. Namun bagi penjual yang ingin menerapkan teknik seperti ini, hendaknya penjual memasangkan harga ongkir pada setiap produk untuk memastikan pembeli agar mereka dapat menghitung total biaya yang akan ia beli.

  1. Bebas biaya pengiriman

Cara terakhir adalah cara yang paling menguntungkan untuk mereka para penikmat fasilitas belanja online, yaitu gratis ongkir. Tapi bukan berarti penjual rugi karena tidak mendapat untung dari ongkos kirim, melainkan dapat memudahkan penjual itu sendiri. Caranya dengan mengambil harga ongkir di wilayah paling jauh, lalu kalkulasi dengan harga produk-produk yang akan dijual, dan tentukan sendiri anda ingin mendapatkan keuntungan berapa dari penjualan yang akan anda lakukan.

Sekian ulasan mengenai biaya pengiriman barang dalam jual online. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *