Booming Jual Beli Online Di Indonesia

Jual beli online bisa dikatakan semakin booming di Indonesia. Ini terbukti dengan pertumbuhan industri e-commerce yang sangat pesat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini. Toko-toko online bertebaran di dunia maya dan orang tidak lagi kesulitan menemukan mana yang bisa dipercaya.

Fenomena booming-nya jual beli online di Indonesia juga berarti pergeseran kegiatan perdagangan, dari transaksi langsung ke transaksi online. Namun, ini harus diimbangi dengan kesadaran dari pengguna Internet untuk menjadi konsumen yang rasional agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

Lalu apa yang menyebabkan jual beli online menjadi booming di Indonesia? Beberapa tren ini disinyalir jadi penyebabnya.

  1. Jumlah pengguna Internet yang semakin berkembang

Populasi pengguna Internet aktif di Indonesia berkembang sangat pesat. Berdasarkan riset Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), terdapat peningkatan hingga 51, 8 persen, dari 88 juta pengguna pada tahun 2014 menjadi 132 juta pengguna pada tahun 2016. Jumlah yang sangat besar ini didominasi oleh pengguna di bawah umur 35 tahun, sehingga potensi jual beli online di Indonesia menduduki urutan pertama di Asia Tenggara.

Baca Juga : Mengapa Berbelanja online, Inilah Manfaat Dari Beli Online

  1. Tren ponsel pintar dan perangkat mobile

Sebuah laporan baru dari Emarketer menyatakan bahwa akan terdapat dua miliar pengguna ponsel pintar aktif di seluruh dunia pada tahun 2016. Dan Indonesia meruapakan salah satu negara dengan pertumbuhan terbesar, di bawah Tiongkok dan India. Berdasarkan laporan ini terdapat sekitar 70 juta pengguna ponsel pintar aktif di Indonesia dan akan tembus hingga 100 juta pengguna pada tahun 2018. Dengan demikian Indonesia menjadi negara dengan populasi pengguna ponsel pintar terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Data ini menjadikan akses melalui perangkat mobile sebagai gerbang utama bagi pelaku jual beli online di Indonesia untuk menjangkau lebih banyak target konsumen.

  1. Kepercayaan terhadap kualitas produk

Hambatan utama bagi konsumen dalam transaksi jual beli online adalah tidak dapat merasakan dan memegang langsung produk yang akan mereka beli, sehingga mengubah kebiasaan konsumen agar dapat berbelanja online menjadi kunci bagi pelaku e-commerce di Indonesia. Tampilan visual yang jujur dan semakin bagus serta deskripsi yang semakin jelas membuat konsumen menaruh kepercayaan terhadap kebanyakan produk yang ditawarkan di dunia maya. Dan karena konsumen sudah semakin pintar dalam memilih produk yang akan mereka beli, mereka mampu menilai mana pedagang yang jujur dan produk yang berkualitas.

  1. Kepercayaan terhadap metode pembayaran

Saat ini para pelaku jual beli online lebih fleksibel dalam menyediakan metode pembayaran. Umumnya mereka menyediakan beberapa metode, seperti kartu kredit, transfer bank, e-money, dan Cash-On-Delivery (COD). Jika memungkinkan, kebanyakan konsumen lebih memilih metode COD karena merasa bahwa inilah cara yang paling aman. Melalui COD, mereka yakin tidak akan kehilangan uang mereka bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada pengiriman barang. Metode ini sangat bagus untuk membangun kepercayaan antara pelaku e-commerce dengan konsumennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *