Home Others Menggunakan Tisu Basah Bayi untuk Cegah Virus Corona, Efektif kah?

Menggunakan Tisu Basah Bayi untuk Cegah Virus Corona, Efektif kah?

by Erin Nuzulia

Beberapa waktu lalu saat virus corona mulai mewabah di Indonesia, banyak masyarakat yang melakukan panic buying sehingga menyebabkan banyak kelangkaan masker, hand sanitizer, juga alcohol rub. Panic buying terjadi karena banyak orang yang berusaha melindungi diri dari virus corona menggunakan barang-barang tersebut. Akhirnya banyak orang yang mencari alternatif lain dengan menjadikan tisu basah bayi sebagai alternatif yang bisa digunakan dalam mensterilkan tangan.

Sebenarnya efektif kah mengganti hand sanitizer untuk mensterilisasi tangan dengan tisu basah?

Cara paling efektif dalam mencegah virus corona adalah mencuci tangan kita dengan menggunakan sabun dan air mengalir kurang lebih selama 20 detik. Namun di dalam kondisi terdesak saat tidak menemukan air, penggunaan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70% dianggap telah mampu mematikan virus corona. Sayangnya, keadaan tidak selalu ideal. Keterbatasan ketersediaan hand sanitizer juga menjadi kendala banyak orang.

Tisu basah bayi yang biasanya digunakan untuk membersihkan mulut dan tangan bayi setelah makan atau setelah menyentuh benda-benda di rumah juga dipakai sebagai alternatif “mencuci tangan” demi mencegah tertular virus corona. Sayangnya penggunaan tisu basah bayi tidak mampu mencegah virus corona hilang dari tangan kita.

Tisu basah hanya mampu membersihkan kotoran yang tampak, tetapi tidak bisa membunuh kuman seperti virus dan bakteri yang tak kasat mata. Tisu basah bayi dirancang untuk kulit bayi yang masih sangat sensitif sehingga tidak mengandung pemutih dan alkohol.

Adapun kegunaan tisu basah bayi selain untuk bayi adalah untuk membersihkan noda spidol dan krayon, mengusap hidung yang meler akibat pilek, menghilangkan noda deodoran yang menempel pada pakaian, merapikan rambut yang berantakan (saat touch up gunakan tisu basah), membersihkan permukaan meja kayu agar tidak cepat rusak, membersihkan permukaan wastafel dan stainless di kamar mandi, membersihkan noda kopi di baju, membersihkan noda yang ada di karpet, mengelap coretan pulpen yang ada pada foto tercetak, membersihkan debu pada barang-barang seperti CD dan DVD, hingga membersihkan berbagai peralatan melukis.

Baca Juga:   Kulit Wajah Tak Bersahabat? Coba Saja Tangani dengan Produk Andalan Innisfree Indonesia!

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDCP telah memberikan penjelasan bahwa tisu basah bayi tidak mampu membebaskan tangan Anda dari virus berbahaya meski telah tangan telah dibersihkan dengan tisu basah.

Tisu basah hanya akan membuat tangan terlihat bersih karena tidak lagi ditemukan kotoran yang nampak. Namun tisu basah bayi pada dasarnya tidak didesain untuk menghilangkan kuman dari tangan. Tidak seperti hand sanitizer yang mengandung alkohol sekitar 45—95%, tisu basah bayi tidak mengandung alkohol. Artinya tisu basah jelas tidak bisa membunuh virus corona sama sekali.

Di saat pandemi seperti ini, membersihkan permukaan meja kerja, meja makan, gagang pintu, atau berbagai permukaan benda lainnya juga tidak bisa hanya dengan menggunakan tisu basah. Anda membutuhkan disinfektan yang dapat membunuh kuman dan virus. Disinfektan ini dapat digunakan dengan cara disemprotkan pada permukaan barang dengan jarak sekitar 15—20 cm. Setelah itu gunakan kain bersih untuk menyeka permukaan dengan searah.

Kalau memang sangat terpaksa, pastikan Anda memiliki tisu basah disinfektan yang mengandung alkohol di dalamnya. Pastikan kandungan alkoholnya mengandung minimal 70% agar mampu melenyapkan dan membunuh berbagai virus yang ada di berbagai permukaan benda dan permukaan tangan Anda.

Artikel Lainnya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More