Sejarah dan Gambar Motor RX King Cobra & Master

Kalau diberi pertanyaan tentang motor 2 tak paling legendaris di Indonesia, jangan coba-coba untuk tidak menyebutkan yang satu ini: RX King! Bukan tanpa alasan, motor Yamaha yang populer sejak tahun 1980 ini memang terbilang legendaris. Melalui salah satu modelnya yang khas, RX King Cobra, keluarga RX King bisa dibilang merupakan naked bike terbaik yang pernah ada di Indonesia.

rumahsleman

 

Motor RX King Cobra, apaan tuh? Apa pula bedanya dengan RX King lainnya?

Sebelum membahas lebih jauh tentang RX King Cobra lebih jauh, kita perlu ketahui dulu silsilah keluarga RX.

Eksistensi “spesies” RX di Indonesia dimulai pada dekade 70. Yamaha AS3 Twin yang seyogianya didaulat buat meneruskan generasi L terlihat berlalu lalang di jalan-jalan dalam kota Medan. Pada masanya, selain dari emblem Yamaha, cara paling gampang mengenali motor ini adalah dari knalpot gandanya, terletak di sisi kiri dan kanan roda belakang. Motor ini eksis pada 1973-1977.

Yamaha AS3 Twin kemudian digantikan oleh RX 125 Twin. Diproduksi sejak tahun 1976, RX 125 Twin memang disiapkan untuk menjadi suksesor AS3 Twin sekaligus mengimbangi dominasi Suzuki di segmen motor balap.

Setahun kemudian, 1977, Yamaha menyederhanakan mesin motornya sehingga knalpot ganda tidak lagi terlihat. Lahirlah RX 100 yang bermesin tunggal. Sayangnya, CC mesin memang dikurangi dari 125 menjadi 100. Kalau tidak mengusung nama RX, mungkin penjualannya tidak akan terlalu menggairahkan.

Kekurangan RX 100 rupanya teridentifikasi oleh Yamaha, ditandai dengan lahirnya RX 125 pada 1979. Apakah RX 125 lebih baik daripada RX 125 Twin? Bisa dibilang begitu. Pasalnya, dia hanya membutuhkan satu mesin dan satu saluran pembuangan (knalpot) untuk bisa menyemburkan tenaga yang luar biasa. Mesin tunggal, bobot lebih ringan, tapi lebih cepat. Anak muda mana yang tidak kepengin menjajal sensasinya? Hanya Honda GL 125 dan Suzuki GP 125 yang mungkin bisa mengimbangi kecepatannya. Tapi soal tarikan bawah alias akselerasi? RX 125 sepertinya terlalu tangguh buat dikalahkan.

Barangkali karena dianggap memiliki penjualan yang sensasional, generasi RX terus mengalami peningkatan. Kalau sebelumnya ada perubahan konfigurasi mesin dari ganda menjadi tunggal, kali ini volume kubikasi yang diutak-atik oleh Yamaha. Mesin yang tadinya punya kapasitas 125 cc kini ditingkatkan sampai 135 cc. Hasilnya, lahirlah RX-K.

RX-K pun menjelma sebagai tunggangan paling ditakuti di jalan-jalan raya pada 1980-1983, meninggalkan rivalitas dengan Suzuki GP 125. Melalui perubahan cc mesin ini, sah sudah status RX-K sebagai raja jalanan. K for King.

Lalu, apa bedanya RX-King Cobra dengan RX-King pada umumnya?

Sebenarnya RX-King Cobra adalah motor RX-King generasi pertama. Ia dijual dari tahun 1983 sampai dengan 1991. Dari sini saja sudah bisa dilihat perbedaannya.

Cara kedua untuk membedakan RX-King Cobra dan lainnya adalah dengan melihat kode pada blok mesin. Mesin RX-King Cobra yang impor dari Jepang (Completely Built-up/CBU) punya seri blok mesin Y1 dan Y2, sementara lainnya Y1-74.

Cara ketiga untuk melihat perbedaan antara RX-King Cobra dan RX-King generasi lainnya adalah dengan melihat desain setang motornya. Nah, kata Cobra disematkan khayalak ramai karena motor ini punya desain setang meliuk menyerupai leher ular kobra.

Pijakan kaki belakang juga bisa dijadikan faktor pembeda lainnya. RX-King Cobra punya pijakan yang menyatu dengan lengan ayun alias swing arm. Sementara itu, pijakan kaki belakang pada RX-King setelahnya menyatu dengan rangka utama.

Masih bingung membedakannya? Nih, coba lihat perbedaan dari gambar motor RX King Cobra dengan RX-King setelahnya (Master). Coba perhatikan pijakan kaki (foot step) belakangnya.

 

youtube

 

youtube

 

youtube

 

Agak sulit untuk menemukan RX King Cobra. Namun, dari gambar RX-K di atas, kita bisa lihat bahwa pijakan kakinya merupakan akar dari generasi penerusnya, RX King Cobra.

Nah, yang di bawah ini adalah RX King Master.

 

youtube

 

Bagaimana, terlihat beda kan, pijakan kakinya?

Tags:
Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/berp5361/public_html/wp-content/themes/lustrous/single.php on line 26

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *