Apa Itu Native Advertising? Iklan Online Masa Kini yang Bisa Anda Coba

Istilah native advertising mungkin masih terdengar asing di telinga. Namun, bentuk native advertising ini sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Namanya saja yang lebih dikenal dengan content marketing atau advertorial. Perbedaan mendasar keduanya adalah pada konten yang disajikan. Native advertising umumnya menyatu dengan konten asli website, sehingga orang tidak akan menyadari apa yang mereka lihat atau baca. Iklan online ini bisa mengundang konten viral dan popular tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya dan tenaga.

Apa Itu Native Advertising? Iklan Online Masa Kini yang Bisa Anda Coba

Mengenal Native Advertising

Native advertising atau yang sering disingkat native ads adalah media berbayar yang diadopsi oleh pemasar konten. Konten berbayar apapun yang berada dalam “in-feed” dan umumnya tidak mengganggu. Iklan online ini termasuk tweets yang dipromosikan di twitter, dan saran posting yang ada di Facebook. Format tampilan native ads disesuaikan dengan layout media penempatannya. Termasuk dalam jenis font, hingga bentuk media dan warna latarnya. Dengan begitu maka terlihat serasi dan tidak mengganggu kenyamanan audiens.

Penggunaan Native Ads

Native ads lebih banyak digunakan pada konten-konten internet. Hal ini dianggap lebih efektif ketimbang iklan dalam bentuk banner atau plakat. Kebanyakan orang di masa kini juga terlihat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bermain smartphone ketimbang bermain di luar. Penerapan format native ads bisa dioptimasikan pada copy ads dan visualnya. Copy ads ini berupa headline dan deskripsi singkat, sementara visualnya adalah gambaran yang relevan dengan copy ads. Dalam penyusunan headline ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengiklan, dengan tujuan akan menarik banyak minat pengunjung.

  1. Menggunakan bahasa yang tepat. Bahasa yang digunakan tentu adalah bahasa yang disesuaikan dengan audiens yang menjadi target market. Jika target market Anda adalah secara nasional, lebih baik menggunakan bahasa Indonesia agar mudah dipahami.
  2. Isi konten yang dipromosikan. Isi konten ini adalah pesan utama yang berupa informasi ataupun sugesti bagi para pengunjung. Isi yang berkualitas dipadukan dengan visual image yang sesuai akan mudah menarik perhatian pengunjung.
  3. Call to action (CTA). CTA adalah sebuah arahan kepada audiens untuk melakukan klik pada iklan.

Native Ads Mampu Meningkatkan CTR

CTR adalah kependekan dari Click Trough Rate yang merupakan tingkatan pengunjung yang mengklik iklan tersebut. Dengan penggunaan iklan online ini, dipercaya mampu meningkatkan tingkatan ini. Tentu masuk akal, karena memang tampilan iklan menjadi lebih menarik (eye catching), dan tidak mengganggu audiens. Dengan kata lain, native ads sangat menguntungkan bagi semua pihak, baik pengiklan, audiens maupun publisher. Anda sebagai pengiklan akan mendapatkan lebih banyak klien, dan sebagai publisher Anda akan mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi. Namun begitu, faktor lain seperti kecepatan loading website, kualitas headline dan gambar, dan penempatan posisi iklan tetap harus menjadi perhatian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *