Inilah 8 Hak Konsumen Belanja di Online shop

Saat ini, baik secara offline maupun online banyak orang yang merasa kecewa dengan barang dan jasa yang didapatkan dari belanja. Namun transaksi online cukup banyak jadi pilihan untuk berbelanja di era serba digital sekarang ini. Tak ayal, transaksi online mempunyai potensi terbesar dalam merugikan konsumen. Sehingga, sebagai konsumen  jangan acuh terhadap hak-hak yang Anda miliki. Meski sudah dirugikan jangan sampai Anda diam saja. Anda hanya perlu mengetahui hak-hak konsumen belanja, dan saat dirugikan bertindak untuk mengambil hak tersebut.

Inilah 8 Hak Konsumen Belanja di Online shop

Apa saja hak konsumen?

Hak-hak konsumen belanja secara umum meliputi:

  • Hak memilih jasa/barang
  • Hak mendapat informasi atas barang/jasa yang akan dikonsumsi secara benar, jelas, dan jujur
  • Hak dilayani dengan perlakuan baik dan tidak diskriminasi
  • Hak atas kenyamanan, keselamatan dan keamanan, dalam mengonsumsi barang/jasa
  • Hak ganti rugi dan kompensasi
  • Hak didengar keluhan dan pendapatnya
  • Hak kondisi barang/jasa terjamin sesuai nilai tukar
  • Hak mendapat perlindungan hukum dan advokasi, serta upaya penyelesaian sengketa.

Hak Konsumen saat Belanja Online

Secara garis besar, konsumen belanja online mempunyai perlindungan atau hak-hak yang sama dengan belanja offline. Namun, dalam transaksi jual beli/belanja secara online terdapat sejumlah pendekatan hukum perlindungan konsumen.

Transaksi/belanja online mengacu pada PP No.82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). Peraturan pemerintah tersebut merupakan turunan Undang-Undang No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Perbedaan transaksi/belanja online dan offline lah yang mendasari dibuatnya Peraturan ini.

Apa saja kewajiban penjual online?

  • Mempunyai itikad baik
  • Memberikan informasi yang benar, jelas, jujur mengenai kondisi dan jaminan barang/jasa, serta penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan
  • Melayani dengan baik, jujur, dan tidak diskriminatif
  • Jaminan mutu barang/jasa sesuai standar yang berlaku
  • Memberi kesempatan konsumen untuk menguji, mencoba, dan memberi jaminan atau garansi
  • Memberi kompensasi, ganti tugi, dan penggantian atas kerugian akibat penggunaan
  • Bila barang tidak sesuai dengan perjanjian bersedia Memberi kompensasi, ganti rugi dan penggantian.

Berdasarkan UU PK, pidana paling lama 5 tahun atau pidana denda maksimal Rp 2 miliar bila pelaku usaha tidak melakukan kewajiban atau melanggarnya.

Di Mana Bisa Melapor bila Konsumen Dirugikan?

Layanan pengaduan konsumen yang ada di Indonesia meliputi:

  1. YLKI

Jl. Pancoran Barat VII No.1 Duren Tiga, Jakarta Selatan 12760

situs resmi online YLKI di http://pelayanan.ylki.or.id/

  1. BPKN

Gedung I Lantai 8, Gedung Kementerian Perdagangan, Jl. M.I Ridwan Rais No.5, Jakarta Pusat

Pengaduan online:

Call Center: 153 atau

e-mail: konsumen@kemendag.go.id

hotline: 021-3441839

  1. Satu Layanan

situs resmi online di http://satulayanan.id/

  1. LAPOR!

situs resmi online LAPOR! di https://www.lapor.go.id/

  1. Media Sosial

Sesuai dengan kategori keluhan juga bisa Anda sampaikan ke media sosial institusi terkait, misalnya: Twitter dan Facebook Kementerian Perdagangan di @KEMENDAG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *