Memahami Potensi Mobile Advertising di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara dengan komoditas pengguna ponsel yang tertinggi di dunia. Maka dari itu, Indonesia termasuk negara yang cepat dalam mengadopsi mobile advertising, di mana hal ini menjadi salah satu pendekatan yang sangat berpengaruh untuk perkembangan bisnis dan dapat meningkatkan popularitas suatu brand. Di Pasar Indonesia sendiri mayoritas ekonomi penduduknya adalah dari kalangan ekonomi menengah sehingga sangat berpeluang untuk menunjang kemajuan sejumlah bisnis yang dikelola.

Memahami Potensi Mobile Advertising di Indonesia

Pengertian Mobile Advertising di Indonesia

Mobile advertising sendiri merupakan usaha yang digunakan untuk menyampaikan sebuah iklan dengan memanfaatkan tekhnologi mobile seperti smartphone atau yang lainnya. Dengan menggunakan teknologi mobile yang memiliki fitur canggih maka anda akan mudah mempromosikan suatu produk melalui iklan yang tampilannya lebih modern.  

Tahukah anda, di tahun 2011 lalu negara Indonesia berhasil menduduki urutan ke dua negara yang mengalami perkembangan cukup pesat dalam bidang advertising jenis ini. Ternyata, kunci untuk mendorong peningkatan penetrasi iklan mobile di Indonesia ini, terdiri dari peningkatan konektivitas, penggunaan smartphone dan juga harga smartphone yang semakin turun serta cakupan jaringan 4G yang semakin meningkat.

Selain itu, Indonesia juga menduduki posisi kedua dalam daftar negara yang mampu mengambil perhatian para pemasang iklan. Maka tak heran jika negara Indonesia mengalami peningkatan persentase pencapaian banner iklan sebesar 31% dari periode yang sebelumnya. Dari situlah Indonesia mampu mendapatkan pencapaian yang sangat luar biaya yaitu dapat menduduki daftar 5 teratas di bidang dominasi mobile advertising di dunia.

Seputar Mobile Advertising di Indonesia

Dari penelitian yang dilakukan oleh PwC, dikatakan bahwa pendapatan di Indonesia yang dihasilkan dari jenis advertising ini meningkat 4x lipat dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 2013 hanya sebesar US $6 dan di tahun 2018 sudah meningkat menjadi US $24 juta. Selain itu juga, tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini banyak masyarakat Indonesia yang menghabiskan waktunya di media sosial, dan dari situlah banyak produsen yang menemukan sebuah pilihan untuk memperkenalkan produk atau brand mereka melalui iklan mobile.

Sampai saat ini potensi advertising di Indonesia masih berpusat di Pulau Jawa khususnya di Ibukota DKI Jakarta. Alasannya karena DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah di Jawa  memiliki penduduk banyak, sehingga memudahkan dalam perkembangan iklan mobile yang lebih kreatif dan juga lebih menarik agar masyarakat semakin tertarik. Selain di Jakarta, terdapat beberapa wilayah lainnya di Jawa yang memang memiliki potensi perkembangan iklan mobile yang cukup pesat. Diantaranya adalah wilayah Bandung, Surabaya, dan juga Yogyakarta. Saat ini para pemasang iklan juga sangat berharap bahwa pengembangan iklan mobile dapat berkembang pesat di wilayah-wilayah lain yang ada di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *