Ternyata Ini Kelemahan Jadi Dropshipper yang Tak Banyak Diketahui

Bisnis online saat ini memang sudah berkembang dengan sangat cepat. Memang tak dapat dipungkiri jika transaksi online ini adalah imbas dari teknologi yang kian berkembang. Menawarkan kemudahan dan juga praktis, menjadikan para konsumen pun juga lebih suka belanja dengan cara online. Bagi Anda yang terjun atau mungkin suka belanja online, maka pasti akrab juga dengan istilah dropshipper. Sistem dropship sendiri beda dengan reseller dimana dropship tak harus menyetok barang dan reseller harus stok barang.

Ternyata Ini Kelemahan Jadi Dropshipper yang Tak Banyak Diketahui 

Jika Anda ingin berjualan dengan sistem dropship, maka ada beberapa hal yang perlu Anda tahu sehingga jualan bisa menguntungkan yakni Anda wajib mengenali produknya dengan baik. Langkah penting untuk bisa resell produk dengan baik adalah dengan mengenali produknya terlebih dulu beserta seluruh seluk beluknya. Selain itu Anda juga wajib tahu apakah popularitas dari merk tersebut memang potensial atau tidak. Jika brand itu kian terkenal, maka pastinya banyak juga konsumen yang lebih tertarik pada produk yang Anda jual. 

Salah satu masalah penting yang kerap dialami mereka yang melakukan aktivitas resell adalah dari supplier. Banyak juga supplier yang tidak mampu merespon cepat, tak bisa mengirim produk, kurang komitmen dan lainnya sehingga tahu profil dan pelayanannya menjadi hal yang penting dimana ini juga termasuk faktor resiko seorang dropshipper. Selain itu berikut ini beberapa kelemahan dari sistem dropship yang kadang menyulitkan pelakunya:

  • COD

Mengingat sistem dropship tidak memiliki stok barang, maka jika ada konsumen yang minta sistem pembayaran dengan COD menjadi hal yang amat sulit. Biasanya sistem COD ini dipilih karena konsumen kurang percaya penjual. Namun ini menyulitkan mengingat Anda tak punya stok barang di tangan sehingga harus siapkan segudang alasan.

  • Supplier lelet

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika dalam pemilihan supplier ini jadi faktor yang amat penting. Namun jika Anda bertemu dengan supplier yang lelet, maka Anda harus siap menerima keluhan dan bahkan makian dari pihak konsumen karena lamanya layanan Anda.

  • Bertanggung jawab penuh pada konsumen

Terkadang banyak juga sistem dropship yang akhirnya tidak mau lanjut karena tanggung jawab yang besar pada konsumen. Alasannya biasanya karena sebetulnya supplier yang salah misal salah kirim warna, salah produk hingga lama dalam pengiriman, namun para pelaku dropship yang kena marah. Itulah mengapa para pelaku dropship harus sabar. 

Itulah beberapa kelemahan yang ada di sistem dropship. Ada baiknya dropshipper tidak selamanya melakukan sistem ini, namun juga bisa berkembang dengan jual produk sendiri. Dengan demikian kreativitas Anda tidak mati dan tentunya kemungkinan keuntungan akan lebih meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *